Inovasi Limbah Air Wudu, SMAN 2 Banjarbaru Optimis

LIMBAH WUDU: Air dari kolam ikan yang dimiliki oleh SMAN 2 Banjarbaru merupakan hasil limbah air wudu yang disalurkan ke bagian kolam. | FOTO: Muhammad Rifani/RadarBanjarmasin

Menjelang akhir tahun. Penghargaan peraih Adiwiyata tahun 2019 direncanakan akan diumumkan. Sekolah-sekolah di seluruh Indonesia bersaing untuk merebut penghargaan atas konsep Green School dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ini.

Di Kota Banjarbaru, SMA Negeri 2 Banjarbaru yang juga yang kerap meraih penghargaan Adiwiyata juga terus bersiap. Bahkan di tahun ini, Smada menarget bisa meraih Adiwiyata di level Nasional Mandiri.”Kita tahun ini mau ke tahapan nasional mandiri, aplikasinya sudah kita daftarkan di Jakarta. Soalnya untuk tahapan nasional sudah kita raih di tahun 2016 kemarin,” kata Ketua Tim Adiwiayata Smada Banjarbaru, Taufikkurahman.Selama dua tahun terakhir, pihak Smada sebutnya terus melakukan pembinaan untuk Adiwiyata Nasional Mandiri Diketahui sendiri, dalam kategori Adiwiyata terbagi jadi lima tahapan. Yakni dari Kota, Provinsi, Nasional, Nasional Mandiri serta yang tertinggi adalah ASEAN Eco School.Lantas apa yang membedakan Nasional Mandiri dibanding kelas Nasional? Taufik menjelaskan bahwa salah satu instrumen penting penilaian adalah adanya inovasi sekolah yang berkaitan dengan lingkungan di kawasan sekolah.

Untuk Smada sendiri, pengelolaan limbah air wudu cerita Taufik adalah salah satu inovasi yang diaplikasikan hingga sekarang.”Kita di sini pengelolaan limbah air wudu yang disalurkan ke kolam ikan. Jadi air hasil wudu tidak terbuang sia-sia tapi bisa dimanfaatkan sebagai air kolam ikan, jari ada aliran yang kita buat khusus,” bebernya.Inovasi ini katanya sudah berjalan lumayan lama. Hasilnya, sekarang air wudu dapat mengairi kolam ikan jenis Nila. “Kita sudah pernah panen ikannya dari kolam hasil pengelolaan limbah air wudu ini,” tambah Taufik.Selain inovasi ini, sekolahnya katanya juga memberlakukan pengurangan sampah plastik di sekolah. Salah satu imbauan yang diadakan sekolah yakni soal botol minum dan tempat bekal murid.”Kita kampanyenya lebih ke pengurangan plastik, salah satu bentuknya siswa diimbau membawa botol dan bekal makanan dari rumah. Ini untuk menekan produksi sampah plastik,” ujarnya.Selain itu, Smada turut juga melakukan pengelolaan terhadap tanaman hidroponik di sekolahnya. Bahkan tampak rangkaian hidroponik ini dipusatkan di salah satu bangunan khusus yang disebut Green House.Kepala Sekolah SMAN 2 Banjarbaru, Eksan Wasesa optimistis sekolahnya bisa meraih hasil maksimal di penghargaan Adiwiyata tahun ini.Harapan besar dan keyakinannya ini tak lepas dari inovasi seperti pengelolaan limbah air wudu serta kampanye ihwal pengurangan sampah plastik di sekolahnya.”Kita juga barengi dengan pembelajaran yang mengarah ke edukasi soal lingkungan hidup di sekolah. Jadi, Insya Allah optimistis bisa tembus ke kategori Nasional Mandiri untuk jenjang SMA,” katanya.Menurut informasi yang didapat pihaknya. Pengumuman Adiwiyata terangnya kemungkinan akan diumumkan pada bulan Desember nanti.”Ini juga jadi harapan Kota Banjarbaru agar bisa berbarengan dengan pengumuman Adipura. Jadi kita yakin perjuangan maksimal ini bisa meraih hasil terbaik nantinya,” ujarnya.Keoptimistisan ini kata Eksan juga dibarengi dengan kerap dipilihnya sekolahnya sebagai titik pantau untuk Adipura di Kota Banjarbaru. “Iya sekolah kita jadi titik pemantauan Adipura Kota Banjarbaru di jenjang SMA. Mohon doanya semoga Smada berhasil,” pungkasnya. (rvn/ram/ema)

 

cr: https://kalsel.prokal.co/read/news/28171-inovasi-limbah-air-wudu-sman-2-banjarbaru-optimis.html

LIMBAH WUDU: Air dari kolam ikan yang dimiliki oleh SMAN 2 Banjarbaru merupakan hasil limbah air wudu yang disalurkan ke bagian kolam. | FOTO: Muhammad Rifani/RadarBanjarmasin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *